Mentan Fokus Garap Rempah-rempah di Aceh

No comment 66 views
banner 160x600
Women face

FAKTAACEH.COM, Badung - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menginginkan rempah-rempah Indonesia kembali jaya. Oleh karena itu, Andi menggalakkan hortikultura strategis berupa pala, cengkeh, kakao, kopi dan sebagainya.
 
"Sekarang kita mendorong rempah-rempah. Dulu Eropa datang, Belanda tinggal di Indonesia karena rempah-rempah. Pala, cengkeh, kakao, kopi dan lain-lain," kata Amran di Jimbaran, Badung, Bali, Jumat (4/8/2017).
 
Digalakannya rempah-rempah ini dengan target waktu 3 tahun. Daerah yang menjadi fokus rempah-rempah ini adalah daerah yang memang sesuai secara geografis dan iklim.
 
"Kita fokus pada daerah yang agro-climate-nya cocok seperti cengkeh di Maluku, pala di Nusa Tenggara, kelapa di Sulawesi Utara dan Aceh serta Bengkulu untuk kopi," ujar Amran.
 
Menurut Amran, pemerintah membagikan bibit unggul secara cuma-cuma kepada para petani rempah-rempah dengan pendampingan dari para akademisi untuk teknik cocok tanam dan manajemen air.
 
Sementara khusus untuk kopi, Amran ingin Indonesia mampu meningkatkan produksi kopinya. Hal ini untuk mendudukan kembali Indonesia ke urutan 3 besar produsen kopi terbaik dunia.
 
"Kopi produksinya hanya 0,6 ton per hektar per tahun. Padahal Vietnam dulu belajar dari Indonesia dan sekarang produksi mereka 2,5 ton per hektar per tahun," ucap Amran.
 
Amran menambahkan, jika Indonesia meningkatkan produksi kopinya sebanyak 1 ton per hektar per tahun, maka kopi Nusantara akan menduduki peringkat 3 besar sebagai produsen di dunia. Oleh karena itu, Andi menargetkan produksi kopi Indonesia tahun ini mencapai angka 1 ton per hektar per tahun.
 
"Targetnya 3-4 tahun ke depan. Kopi target 1 ton per hektar per tahun, kemudian naik 1,5 ton menuju seperti Vietnam," pungkas Amran.
 
"Itu target 3 tahun jadi sekarang mulai tanam. Ini dampak positifnya nanti puluhan tahun. Semua daerah yang dulu kaya rempah-rempah kita dorong. Kopi Indonesia kan dikenal bagus," imbuhnya.[]