Faktapapua.com, Fak-Fak – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Fak-Fak secara tegas menyatakan dukungan terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh pengurus setempat dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada awal Februari 2026.
Menurut pernyataan yang disampaikan, Ansor NU Fak-Fak menilai bahwa struktur kelembagaan Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan hal yang konstitusional dan penting untuk menjaga stabilitas nasional serta efektivitas komando kepolisian.
Dukungan tersebut juga dinilai sejalan dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang menegaskan kembali posisi Polri seperti ketentuan yang diatur dalam UUD 1945 serta amanat reformasi.
“Ansor NU Fak-Fak mendukung penuh keputusan ini karena kami percaya bahwa Polri yang berada di bawah Presiden memiliki kemampuan lebih kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional dan akuntabel,” ujar salah satu perwakilan pengurus organisasi.
Pernyataan dukungan ini sekaligus mencerminkan konsensus yang juga diperkuat oleh sejumlah pimpinan Nahdlatul Ulama di tingkat pusat, yang dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa posisi Polri di bawah Presiden penting demi menjaga supremasi sipil, independensi institusi, serta efektivitas pengawasan kelembagaan negara.
Para pengurus Ansor NU Fak-Fak berharap agar dukungan ini dapat memperkuat kerja sama antara masyarakat sipil, kepolisian, dan pemerintah untuk menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah Papua Barat. (.,.)