Faktapapua.com, MANOKWARI – Sejarah adalah kompas bagi masa depan, dan itulah yang mendasari pelaksanaan Konvoi Merah Putih oleh BMP Papua Barat pada peringatan 1 Mei tahun ini. Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali membingungkan, aksi ini hadir sebagai sarana edukasi publik untuk meluruskan sejarah integrasi Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mudah terombang-ambing oleh provokasi atau isu-isu negatif yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sekretaris Jenderal Gerakan Merah Putih, Agus Matuti, menyoroti peran krusial generasi muda dalam narasi ini. Menurutnya, pemuda Papua harus memiliki pemahaman sejarah yang kokoh agar tidak melupakan perjuangan para pahlawan terdahulu yang telah berkorban demi tegaknya eksistensi Papua dalam NKRI. Melalui momentum refleksi ini, generasi muda diajak untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi aktor utama pembangunan yang mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tak kunjung padam.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini diharapkan mampu membentengi mentalitas anak muda dari pengaruh paham-paham yang dapat memecah belah. Dengan menjaga situasi kondusif di wilayah masing-masing, pemuda Papua telah menunjukkan kontribusi nyata bagi kedaulatan negara. Konvoi Merah Putih ini adalah bukti bahwa pendidikan sejarah tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas, tetapi bisa diwujudkan di ruang publik sebagai pengingat kolektif bahwa kedamaian di atas Tanah Papua adalah tanggung jawab bersama yang harus diwariskan kepada anak cucu. (Ivn)