Faktapapua.com, MANOKWARI -Yayasan Salafiyah Al-Bukhori di Kabupaten Manokwari memberikan pernyataan tegas terkait dukungan mereka terhadap kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Dalam video tersebut, seorang perwakilan santri menyampaikan pesan kepada publik bahwa mereka berharap Polri mempertahankan posisinya dalam struktur pemerintahan yang langsung dipimpin oleh Presiden, karena menurut mereka hal itu penting agar tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan dapat dijalankan secara profesional dan sesuai konstitusi.
“Kami dari santri Yayasan Salafiyah Al-Bukhori menyuarakan dukungan kami agar Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia, sehingga institusi ini dapat bekerja efektif dan tidak terbelenggu oleh birokrasi yang panjang,” ujar salah satu santri dalam testimoni yang diunggah secara daring.
Para santri menegaskan bahwa sikap ini bukan hanya soal struktur administratif, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keyakinan bahwa Polri yang berada di bawah Presiden merupakan bagian dari tatanan negara yang menjamin profesionalisme, netralitas, dan pelayanan kepada masyarakat secara adil. Menurut mereka, berada langsung di bawah Presiden akan memperkuat koordinasi dan komando yang diperlukan dalam tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat.
Video testimoni ini muncul di saat diskusi di masyarakat luas terkait wacana struktur kelembagaan Polri, yang memicu respons dari berbagai kelompok masyarakat sipil termasuk santri, mahasiswa, tokoh agama, dan warga Papua Barat. Para santri berharap agar aspirasi mereka dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional, serta turut menjaga keharmonisan dan stabilitas masyarakat melalui sikap yang damai dan konstruktif. ( .,. )