Faktapapua.com, JAKARTA – Kisah Yogi Gilang, penjual akses internet Starlink dengan tarif hanya Rp10.000, kini memasuki babak baru.
Yogi sebelumnya menjadi perhatian karena menawarkan akses internet Starlink dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Aktivitas tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah, terlebih Yogi tengah menghadapi proses hukum terkait penjualan akses internet tersebut.
Namun, pemerintah memilih melihat persoalan ini dari sisi yang berbeda. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan Yogi akan mendapatkan pembinaan agar bisa menjalankan usahanya melalui jalur yang lebih resmi.
Yogi nantinya diarahkan untuk menjadi reseller resmi Starlink. Dengan skema tersebut, usaha yang selama ini dijalankannya diharapkan bisa berkembang secara legal sekaligus tetap memberikan akses internet dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.
Langkah ini menjadi perhatian karena kasus Yogi tidak hanya berbicara soal penjualan layanan internet, tetapi juga menggambarkan kebutuhan masyarakat terhadap koneksi internet yang murah dan mudah diakses.
Dari seorang penjual voucher internet Rp10.000 yang tersandung persoalan hukum, Yogi kini justru berpeluang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara resmi.
Jika pembinaan tersebut terealisasi, kisah Yogi bisa menjadi contoh bagaimana aktivitas usaha berbasis teknologi yang awalnya berjalan secara sederhana dapat diarahkan menjadi bisnis yang lebih terstruktur dan legal. (OK)