Faktapapua.com, MANOKWARI – Kepolisian Daerah Papua Barat mengedepankan pelayanan humanis dalam mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di Manokwari, Senin (27/04/2026). Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan dialogis guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Alfred Papare, turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya aksi sekaligus memastikan seluruh personel memberikan pelayanan terbaik kepada massa aksi. Kehadiran pimpinan di tengah kegiatan menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjamin kebebasan penyampaian pendapat di muka umum.
Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai elemen, di antaranya Mahasiswa Puncak, BEM Universitas Papua, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manokwari, yang menyampaikan aspirasi terkait tuntutan keadilan bagi masyarakat Kabupaten Puncak.

Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan berbagai bentuk pelayanan guna mendukung kelancaran aksi. Salah satunya dengan menyiapkan sarana transportasi untuk membantu mobilisasi peserta menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat yang berjarak sekitar 13 kilometer dari titik kumpul.
Meski fasilitas tersebut tidak digunakan oleh massa aksi, aparat tetap mengedepankan sikap humanis dengan menghormati keputusan peserta, serta terus menjalin komunikasi aktif bersama koordinator lapangan. Pendekatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan sepanjang rute aksi.
Selain itu, personel di lapangan juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas serta pengamanan terbuka dan tertutup guna memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh kegiatan unjuk rasa.
Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat, Gadug Kurniawan, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen memberikan ruang yang aman bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Pada prinsipnya, kami menjamin kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, kami juga bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dan dialogis akan terus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pengamanan aksi, sebagai upaya membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Dengan pengawalan yang mengedepankan pelayanan dan komunikasi, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan aman dan terkendali hingga selesai. (“‘”)