Faktapapua.com, Teluk Wondama — Rapat Pleno XIX Dewan Adat Papua (DAP) se-Tanah Papua Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Teluk Wondama menjadi momentum penting bagi para pemimpin adat untuk memperkuat persatuan dan membahas masa depan masyarakat adat Papua. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan stabilitas keamanan di Tanah Papua.
Kapolda Papua Barat menyampaikan bahwa pleno DAP bukan hanya sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan ruang musyawarah bagi para tokoh adat dari berbagai wilayah untuk mengevaluasi perjalanan lembaga adat sekaligus menyatukan pandangan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua.
Menurutnya, adat di Papua memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi dasar kehidupan masyarakat, sumber nilai, serta tempat masyarakat mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah kehidupan bersama.
“Ketika lembaga adat diperkuat, maka yang ikut kuat adalah persaudaraan, rasa saling menghormati, dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Kapolda Papua Barat. (Ivn)